Posted on

(eng) The Importance of Tracking Your Finances -4-

“Ma’am, do you attend today’s meeting? ” one of Amy’s employees asked, 

“Which meeting?” Amy asked,getting confused by her busy schedule

“Meeting with the Modelling Management team, Ma’am,” answered the employee.

“OMG, I almost forgot, it was an important meeting. Please call Keisha for postponed meeting”

Her busy schedule made her a little hectic with her activities, knowing this year Amy would hold a fashion show forsher clothes collection that would soon be out in the middle of this year.her schedule was usually arranged by her secretary, but today she was not feeling well and had to take care of its herself. 

Lately,her business has not been going well, several economic obstacles facing her business. 

Keisha called Amy continuously, Amy tried to dial the cellphone. 

The fashion show that counted the months was enough to make Amy busy schedule meetings, she had to be able to raise extra funds. The company’s financial mess is making Amy tired enough to manage everything sparingly. 

During the day of the meeting, Amy still had another meeting with Keisha at the foundation. Lately Amy is busy enough that there is no time to take care of her social foundation that has been running for 4 years. Keisha frantically carried her book and the file of her  survey results that she had been doing during the week. Keisha pointed out their financial loss, one of their volunteers manipulated their aid funds. Survey results that show differences in data and facts. Many children who have not received funding evenly. 

Amy, after a tired meeting, had to bear the burden of taking care of the foundation. This foundation which has been running for 4 years by her hard work to help children in rural areas, many other students have succeeded, but this time she was disappointed with volunteers who were one of her early students, Siska. 

Their social foundation funded Siska schools from high school to college and made Siska one of the volunteers for the Jogja area to help children in rural Jogja be moreshelped. Already together from the start, Siska became a trusted child at the Foundation. This is quite disappointing Amy and Keisha

The importance of the current financial tracking system to avoid cheating, Siska is not a disappointment, stable academic development makes the foundation proud, but still there is a gap that makes him dare to manipulate funds like this. Amy asked her brother, Ricky, toshelp record the tracking of the funds Siska had been using. But it does take time to register them, Amy and Keisha have to wait for some time to wait for the results and hold Siska responsible for this.

Keisha once advised Amy to use the PureHeart application which also helps Indonesian children become more developed. Systems that have real time tracking that makes it easy for them to provide funding clearly. Usually in addition to relying on volunteers, Keisha must conduct surveys independently visiting locations in various regions, consuming excessive time and funds to do so. 

Morning had arrived, Amy was still sitting in front of a laptop with messy papers besides her, she had to record the report of her foundation and fashion business together. Keisha had been back since dawn. Amy is still focused on her work,her cell phone alarm sounds, Amy stretches out slightly while brewing green tea to refresh her morning. While staring out of the window at the thoughtful gaze she showed,she saw the reflection of her reflection through the glass while thinking of what strategies she should do in the future. These days her sleep is irregular, a lot of work she must bear. 

“Rrrttt … krtt … “Amy’s cell phone rings, Keisha calls Amy to have breakfast with her. The last time Amy ate was yesterday afternoon at a meeting with the marketing team, there was nothing else she ate afterwards. This burden of responsibility makes even digestion disrupted. Amy meets Keisha at the porridge base around the foundation. Keisha asked Amy to look aftershershealth,her eye bags that were increasingly visible showed her fatigue all this time. 

Amy asks Keisha to call Siska to be responsible for what she has used. Siska who was called by Amy was still evasive, she was only honest with some of her expenses.

Amy got a call from Ricky, who gave advice on using financial tracking forsher volunteers. She also asked for data from Siska to track its use so far.

Sure enough, all of Siska’s expenditure records have all been recorded. It turns out that so far every fund has not been used wisely, she uses her personal needs funds.

The importance of financial security that can be done remotely like this to avoid falsification of aid fund records. Moreover, Amy and Keisha who can not control everything one by one.

Keisha tried to call Siska again, several times Keisha’s phone was not answered by Siska. After a while Siska finally picked up the phone. Siska who is aware of her mistakes tries to apologize many times, it’s only natural for young people like Siska to get the opportunity to hold this much money enough to make her lose her mind. Fortunately, Amy and Keisha, who were kind enough to give Siska some leeway to repay this debt, and Siska had to register her bank account using Fintrack to avoid this opportunity of cheating again. 

Episode 3 <——> Episode 5

Posted on

The Importance of Tracking Your Finances -4-

“Bu, kita jadi meeting hari ini?” tanya salah satu pegawai Amy 

“Meeting yang mana ya?” tanya Amy bingung dengan jadwal meetingnya yang padat

“Meeting dengan manajemen modelling bu” jawab pegawai tersebut

“OMG, aku sampai lupa itu penting sekali. Tolong undurkan meeting saya dengan Keisha ya” jawab Amy panik

Jadwalnya yang padat membuat Amy sedikit hectic dengan kegiatannya, maklum tahun ini Amy akan mengadakan fashion show untuk koleksi pakaiannya yang akan segera keluar pertengahan tahun ini. Jadwalnya yang biasanya diatur oleh sekretarisnya, namun hari ini ia sakit dan Amy harus mengurusnya sendiri. 

Belakangan ini bisnisnya tidak terlalu berjalan lancar, beberapa kendala ekonomi yang menghadapi bisnisnya. 

Keisha menelpon Amy terus menerus, Amy berusaha mensilentkan handphonenya. 

Pagelaran acara fashion shownya yang menghitung bulan cukup membuat Amy sibuk meeting sana sini, belum lagi ia harus pintar dalam mengumpulkan dana ekstra. Keuangan perusahaan yang sedang berantakan membuat Amy cukup lelah mengatur semuanya dengan hemat. 

Seharian meeting, Amy tetap harus melanjutkan bertemu Keisha di yayasan. Belakangan ini Amy cukup sibuk hingga tidak ada waktu untuk mengurusi yayasan sosialnya yang sudah berjalan 4 tahun ini. Keisha dengan raut paniknya membawa buku dan berkas hasil survey yang ia lakukan selama seminggu ini. Keisha menunjukkan kerugian keuangan mereka, salah satu volunteer mereka memanipulasi dana bantuannya. Hasil survei yang menunjukkan perbedaan data dan fakta. Banyak anak yang belum mendapatkan dana merata. 

Amy setelah lelahnya meeting, harus menanggung beban untuk mengurusi yayasan. Yayasan yang sudah berjalan 4 tahun ini merupakan kerja kerasnya untuk membantu anak-anak di pedesaan, sudah banyak anak didiknya yang berhasil namun kali ini ia dikecewakan dengan volunteer yang merupakan salah satu anak didikannya dulu, Siska. 

Yayasan sosial mereka membiayai sekolah Siska sejak SMA hingga Kuliah dan menjadikan Siska salah satu volunteer di daerah Jogja untuk membantu anak-anak di pedesaan Jogja agar lebih terbantu. Sudah bersama sejak awal, Siska menjadi anak terpercaya di Yayasan. Hal ini cukup mengecewakan Amy dan Keisha

Pentingnya sistem financial tracking saat ini untuk menghindari kecurangan yang terjadi, Siska bukanlah orang yang mengecewakan, perkembangan akademiknya yang stabil membuat bangga yayasan, namun tetap saja adanya celah yang membuat ia berani memanipulasi dana seperti ini. Amy meminta abangnya, Ricky untuk membantu mendata tracking dana yang sudah digunakan Siska selama ini. Namun memang butuh waktu untuk mendatanya, Amy dan Keisha harus menunggu beberapa waktu untuk menunggu hasilnya dan meminta Siska bertanggung jawab atas hal ini .

Keisha pernah menyarankan Amy untuk menggunakan aplikasi PureHeart yang juga membantu anak-anak Indonesia menjadi lebih berkembang. SIstem yang memiliki tracking realtime yang memudahkan mereka dalam memberikan dana bantuan secara jelas. Biasanya selain mengandalkan volunteer, Keisha harus melakukan survei secara mandiri mengunjungi lokasi-lokasi di berbagai daerah, memakan waktu dan dana yang berlebih untuk melakukan hal tersebut. 

Pagi telah tiba, Amy masih duduk didepan laptop dengan kertas-kertas yang berantakan di sampingnya, ia harus mendata laporan yayasan dan bisnis fashionnya secara bersamaan. Keisha sudah balik sejak subuh tadi. Amy masih saja fokus dengan pekerjaannya, alarm handphonenya berbunyi, Amy sedikit meregangkan badannya sambil menyeduh teh hijau untuk menyegarkan paginya. Sambil menatap keluar jendela tatapan penuh pikiran yang ia tunjukkan, ia melihat refleksi bayangannya melalui kaca sambil memikirkan strategi-strategi apa yang harus ia lakukan kedepannya. Beberapa hari ini tidurnya memang tidak teratur, banyak pekerjaan yang harus ia tanggung. 

“Rrrttt… krtt…. ” bunyi getar handphone Amy, Keisha menelpon ia mengajak Amy untuk sarapan terlebih dahulu. Terakhir kali Amy makan adalah siang kemarin saat meeting bersama tim marketing, tidak ada lagi yang ia makan setelahnya. Beban tanggung jawabnya ini bahkan membuat pencernaan menjadi ikut terganggu. Amy menemui Keisha di bubur pangkalan sekitar yayasan. Keisha meminta Amy untuk menjaga kesehatannya, kantong matanya yang semakin terlihat jelas menunjukkan rasa lelahnya selama ini. 

Amy meminta Keisha menelpon Siska untuk meminta pertanggung jawabannya terhadap dan bantuan yang sudah ia gunakan. Siska yang ditelpon Amy masih saja mengelak, ia hanya jujur dengan beberapa pengeluarannya saja.

Amy mendapat telepon dari Ricky, yang memberikan saran menggunakan financial tracking untuk para volunteers nya, ia juga meminta data pada Siska untuk dapat di track penggunaannya selama ini.

Benar saja seluruh catatan pengeluaran Siska selama ini tercatat semuanya. Ternyata selama ini setiap dana tidak sepenuhnya digunakan dengan bijaksana. Ia menggunakan dana kebutuhan pribadinya.

Pentingnya keamanan keuangan yang dapat dilakukan jarak jauh begini untuk menghindari pemalsuan catatan dana bantuan. Apalagi Amy dan Keisha yang tidak dapat mengontrol semuanya satu persatu.

Keisha mencoba menelpon Siska untuk menanyakan pertanggung jawabannya, beberapa kali telepon Keisha tidak dijawab oleh Siska. Setelah beberapa lama akhirnya Siska mengangkat teleponnya. Siska yang sadar akan kesalahannya mencoba meminta maaf berkali-kali, wajar saja bagi anak muda seperti Siska mendapatkan kesempatan memegang uang sebanyak ini cukup membuatnya kehilangan akal sehatnya. Untung saja Amy dan Keisha yang sedang berbaik hati memberikan kelonggaran bagi Siska untuk mencicil hutangnya ini, tidak lupa Siska harus mendaftarkan rekening banknya menggunakan Fintrack untuk menghindari kesempatan kecurangan seperti ini lagi. 



Episode 3 <——> Episode 5

Posted on

(eng) The Importance of Tracking Your Finances -2-

That afternoon after delivering the passengers, Pak Asep headed to the supermarket to fill e-money as well as resting after a long journey to take passengers with traffic jams and the flooding of Jakarta’s streets. While enjoying a glass of warm coffee that he bought at the supermarket, he wanted to see the points of his trip, already working since this morning it seems he can go home earlier today. His wife who was complaining asked him to help clean the house. 

When he opened the online taxi application he saw that his points were reduced, it turns out the passenger before had given him a 1 star, destroying all his performance today.

“Oh my God, what am I doing wrong !! “Exclaimed Pak  Asep in his disappointment after seeing the history of his performance which was destroyed because of a small problem

” Maybe this is because I did not obey his desire to drop off in the middle of the road earlier “murmured Pak  Asep. Even though Pak Asep was only worried that he would be suspended if he dropped off his passengers, not on his destination. Sad but unable to do anything, Pak Asep can only accept without being able to complain.  

Still disappointed, he seems to have to work late at night to restore his performance back. He has to collect the bonuses for his children’s school fees.

 “Cklingg ..” the new order just entered. 

Don’t want to dissolve in sadness for a long time, Pak  Asep returned to work, there is no time to complain at a time like this. He drove to the location of the passenger pickup. Passengers with a woman’s makeup that are clearly more muscular than Pak Asep’s body, feelings are starting to get mixed up. Passenger knocked on the window, “Pak  Asep huh?” asked the woman in a spoiled tone. 

The passenger chose to sit next to Pak  Asep, the feeling of wanting to get down from the car was what Pak  Asep felt. But after all, this is Pak Asep’s chance to improve his performance. 

Pak Asep, who usually talks a lot with passengers this time, prefers to remain silent. Just play the radio to fill the silence of the quiet car. 

“This goal is correct, right? mba .. bro .. sis .. “asked Pak  Asep 

” Yes really sir, to the Hotel Melati” he replied in a spoiled tone

It was quiet again, but Pak  Asep could feel a glance, clearly the passengers saw him for some time .

Pak Asep began to tremble in fear, several times he had indeed gotten passengers like this but did not sit in the passenger chair. 

Because the floods make the streets of Jakarta increasingly jammed, it feels like years in this car, it has been creeped off by Asep, the passenger continues to be seen by the passenger. 

“Teettttt ” the horn of Pak  Asep who accidentally pressed it after the passenger touched Asep’s pack. Some of the motorbikes in front of the pack Asep started to glance at his car with annoyed looks. 

Pak Asep could not take it anymore, he had to drop off the passenger. Pak  Asep stopped by the supermarket to force the passenger down. 

Never mind let me work hard until late at night, but not with the behavior of this passenger. 

As a result, Pak Asep’s performance decreased again, no matter how uncomfortable he was with the physical contact he was doing. He can only accept the surrender of a star given by his passenger earlier. 

Pak  Asep called his wife to apologize because he was going to work overtime today. This performance bonus is very beneficial for Pak Asep. The burden of having to pay rent for his rental car is already burdensome, and the child who is currently undergoing college. The money generated just from attracting passengers is still not enough without these bonuses. 

Working from early morning until midnight to raise money to live a hard life in Jakarta, making him have to work hard. Even for eating, Pak Asep only took time to eat in the car with the provisions that his wife had prepared since dawn. For the sake of working for his wife and children sometimes he also ignores his health, he does not want to spend a day without  making a living. 

Pak Asep has worked hard without knowing the time. Until one morning Pak Asep felt a quiet headache but he ignored it. While on his way to the supermarket where he usually waits for orders suddenly..

“Braaak !!” Pak Asep’s car hit the sidewalk, and his hand hit very hard. It’s because he tried to avoid the reckless motorcycle that tried to overtake his car. 

Pak Asep was unconscious and he was rushed to the hospital by another driver. His wife heard this news and was very surprised and rushed to the hospital where Pak  Asep was treated. Pak Asep’s hand and head were seriously injured, so he had to be treated for several days. 

When going to take care of hospital costs, the hospital bills are substantial costs. Unfortunately as an online taxi driver, Pak Asep does not get employment and social security. Even for accident insurance is only obtained when carrying passengers, whereas when driving alone there is absolutely no insurance whatsoever. This made Pak Asep use his own expenses to pay for his insurance. 

Pak Asep’s wife complained about this incident, with a mediocre income on how to manage finances plus having to register insurance. The nextdoor patient who heard the complaint of Pak  Asep’s wife gave advice for taking insurance and also used the financial management application.

“What application is that, sir? Does it become easier? ” asked Pak Asep’s wife. 

“Yes ma’am, I was told to know my neighbors too, people like us who have difficulty managing finances using this application so much easier,” answered the patient.

“I used to be afraid to use insurance because of expensiveness, but this application helped me become easier to manage my financial division” Add the patient

“If I may know what application it is?” asked Pak Asep’s wife curiously. 

“The application is called YONK,” answered the patient.Since then Pak Asep’s wife registered insurance and used YONK as his financial regulator. YONK with its blockchain technology provides transaction convenience and traceability so as to provide security for its users as well as transparency of expenditure records that make it easy for users to manage their finances. By using YONK, Pak Asep’s wife does not need to worry anymore about financial management, which must be added to the expenditure of insurance costs. It is important for Pak  Asep to have a health insurance which his job is quite dangerous for him if you are not careful YONK solutions for your finances to be wiser in spending, click the following link for more information


Episode 1 <——> Episode 3

Posted on

The Importance of Tracking Your Finances -2-

Siang itu setelah mengantarkan penumpangnya, pak Asep menuju ke supermarket untuk mengisi e-money sekaligus beristirahat setelah perjalanan panjang mengantar penumpang dengan macet dan banjirnya jalanan ibukota. Sambil menikmati segelas kopi hangat yang ia beli di supermarket, ia ingin melihat poin perjalanannya, sudah bekerja sedari pagi tadi sepertinya ia bisa pulang lebih cepat hari ini. Istrinya yang sudah mengomel memintanya membantu membersihkan rumah. 

Saat membuka aplikasi taxi online nya ia melihat poinnya berkurang, ternyata penumpang tadi memberikannya bintang 1, hancur sudah performanya hari ini.

“ya Tuhan, salah apa saya ini!! “ seru pak Asep dengan kecewanya setelah melihat riwayat performanya yang hancur dengan masalah kecil

“Mungkin ini karena aku tidak menuruti keinginannya untuk turun di tengah jalan tadi” gumam pak Asep. Padahal pak Asep hanya khawatir akan terkena suspend apabila menurunkan penumpangnya tidak pada tujuan. Sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa,  pak Asep hanya dapat menerima tanpa bisa komplain.  

Masih dengan keadaan kecewa, ia sepertinya harus bekerja hingga larut malam untuk mengembalikan performanya kembali. Bonus yang dikumpulkan untuk biaya sekolah anaknya selama ini.

 “Cklingg..” orderan baru masuk. 

Tidak ingin larut dalam kesedihan yang cukup lama, pak Asep kembali bekerja, tidak ada waktu mengeluh disaat seperti ini. Ia melaju menuju lokasi penjemputan penumpang. Penumpang dengan riasan wanita yang jelas sekali badannya lebih berotot dibanding pak Asep, perasaan yang mulai campur aduk. Penumpang mengetok kaca jendelanya, “Pak Asep ya?” tanya wanita dengan nada manjanya. 

Penumpang tersebut memilih duduk di sebelah pak Asep, rasa hati ingin turun dari mobil itulah yang pak Asep rasakan. Namun apa daya, ini adalah kesempatan pak Asep untuk menaikkan performanya. 

Pak Asep yang biasanya banyak bicara dengan penumpang kali ini lebih memilih diam seribu bahasa. Hanya memutar radio untuk mengisi keheningan mobil yang sunyi. 

“Ini tujuannya sudah benar kan ya? mba.. mas.. kak..” tanya pak Asep 

“Iya bener kok pak, ke Hotel Melati” jawabnya dengan nada manja

Suasana kembali hening, namun pak Asep dapat merasakan sebuah lirikan, yang jelas sekali penumpangnya melihat ia beberapa lama.

Pak Asep mulai merinding ketakutan, beberapa kali ia memang pernah mendapatkan penumpang seperti ini namun tidak duduk di dekatnya. 

Karena banjir membuat jalanan Jakarta semakin macet, seperti bertahun-tahun rasanya di dalam mobil ini, sudah merinding pak Asep terus dilihat oleh penumpang tersebut. 

“teettttt” bunyi klakson pak Asep yang tidak sengaja memencetnya setelah penumpang tersebut menyentuh paha pak Asep. Beberapa motor depan pak Asep mulai melirik mobilnya dengan pandangan kesal. 

pak Asep sudah tidak tahan lagi, ia memaksa menurunkan penumpangnya tersebut. Pak Asep mampir ke supermarket untuk memaksa turun penumpang tersebut. 

Sudahlah biarkan saja aku bekerja keras hingga larut malam, tapi tidak kuat dengan kelakuan penumpangnya ini. 

Alhasil performa pak Asep kembali menurun, mau bagaimana ia tidak nyaman dengan kontak fisik yang dilakukannya. Ia hanya bisa menerima pasrah bintang 1 yang diberikan penumpangnya tadi. 

Pak Asep menelpon istrinya meminta maaf karena ia akan lembur lagi hari ini. Bonus dari performanya ini sangat menguntungkan untuk pak Asep. Beban harus membayar cicilan sewaan mobil saja sudah berat belum lagi anaknya yang sedang menempuh pendidikan perkuliahan. Uang yang dihasilkan hanya dari menarik penumpang masih belum cukup tanpa bonus-bonus ini. 

Bekerja dari pagi buta hingga tengah malam untuk mengumpulkan uang demi melangsungkan hidup di Jakarta yang keras, membuatnya harus giat bekerja pagi-malam. Bahkan untuk makan pun pak Asep hanya menyempatkan diri dengan makan di mobil dengan bekal yang sudah disiapkan istrinya sejak subuh. Demi bekerja untuk anak dan istrinya terkadang ia juga mengabaikan kesehatannya, ia tidak ingin melewatkan seharipun untuk mencari nafkah. 

Selama ini pak Asep bekerja dengan keras tanpa mengenal waktu. Hingga akhirnya di suatu pagi pak Asep merasakan sakit kepala yang cukup mengganggu dan ia tidak menghiraukannya. Ketika dalam perjalanan ke supermarket tempat biasa ia menunggu orderan tiba-tiba

“Braaak !!” mobil pak Asep menabrak trotoar, dan tangannya terbentur dengan sangat keras. Itu semua karena ia mencoba menghindari motor ugal-ugalan yang mencoba menyalip mobilnya. 

pak Asep tidak sadarkan diri dan ia dilarikan ke rumah sakit oleh pengendara lainnya. Istrinya mendengar kabar ini sangat terkejut dan bergegas menuju ke rumah sakit tempat pak Asep dirawat. Tangan dan kepala pak Asep terluka parah, sehingga harus dirawat beberapa hari. 

Saat akan mengurus biaya rumah sakit, tagihan yang diberikan rumah sakit cukup besar.  Mirisnya sebagai pengemudi taksi online, pak Asep tidak mendapatkan jaminan ketenagakerjaan dan sosial. Bahkan untuk asuransi kecelakaan hanya didapatkan ketika sedang membawa penumpang saja, sedangkan ketika berkendara sendiri sama sekali tidak ada asuransi apapun. Hal ini menjadikan pak Asep harus menggunakan biaya sendiri untuk membayar asuransinya. 

Istri pak Asep mengeluhkan kejadian ini, dengan penghasilan yang pas-pasan bagaimana dapat mengatur keuangan ditambah harus mendaftar asuransi. Pasien di sebelah yang mendengar keluh istri pak Asep memberikan saran untuk mengambil asuransi dan juga menggunakan aplikasi pengelola keuangan.

“Aplikasi apa itu pak? Memangnya jadi lebih mudah ya?” tanya istri pak Asep. 

“iya bu, saya dulu dikasih tahu tetangga saya, orang kayak kita yang sulit mengelola keuangan pakai aplikasi ini jadi lebih mudah” Jawab pasien tersebut.

“Dulunya saya takut pakai asuransi karena kemahalan, tapi aplikasi ini bantu saya jadi lebih mudah mengatur pembagian keuangan saya” Tambah pasien tersebut

“ Kalau boleh tau aplikasi apa itu?” tanya istri pak Asep penasaran. 

“aplikasinya bernama YONK” jawab pasien itu.

Sejak saat itu istri pak Asep mendaftarkan asuransi dan menggunakan YONK sebagai pengatur keuangannya. YONK dengan teknologi blockchain yang dimilikinya memberikan kemudahan transaksi dan traceability sehingga memberikan keamanan bagi penggunanya serta transparansi catatan pengeluaran yang memudahkan pengguna dalam mengatur keuangannya. Dengan menggunakan YONK kini istri pak Asep tidak perlu ribet lagi memikirkan manajemen keuangannya yang harus ditambah dengan pengeluaran biaya asuransi. Penting bagi pak Asep memiliki jaminan kesehatan yang mana pekerjaannya ini cukup membahayakan dirinya jika tidak berhati-hati YONK solusi bagi keuangan anda agar lebih bijaksana dalam pengeluaran, klik link berikut untuk informasi selengkapnya 


Episode 1 <——> Episode 3 

Posted on

(eng) The Importance of Tracking Your Finances -1-

It was 4:45 in the morning, Ricky was still awake in front of his laptop working on his document revision that had to be presented to the client tomorrow, he was paying attention to every detail of the slides, this was a very important meeting, the company might close if the meeting was chaotic. Ricky who has the burden as the one responsible for this project. It took six months to plan this important meeting, tomorrow is the culmination of their hard work. Ricky’s boss always calls Ricky for the details of their presentations, everything has been planned carefully so that nothing goes wrong.

The sun is starting to appear, there are still a few slides to be finished, he is seen in a hurry to catch up with time, the boss who asked him to meet in the office to discuss some of the slides to be presented later. Ricky, who didn’t sleep all night, hurried to get ready, wearing a suit and neatly dressed. While eating the rest of last night’s sandwich he hurried to the basement of his apartment parking lot.

He saw his car submerged in water due to heavy Jakarta rain last night, the time was getting tight, Ricky decided to use Taxi online to the office. Right when he got to the office he got an email from his boss asking them to meet at the meeting location in one of the Jakarta malls. With a little run Ricky headed to the lobby while ordering a taxi online.

Unfortunately the flood made Jakarta totally jammed. Exceeding Ricky’s expectations, the car being boarded did not move at all, even though he could still see his office through the windshield. It’s been a few hours since the car only runs a few meters. The meeting time is 1 hour left, while maps estimates the next 3 hour trip. Ricky kept getting phone calls from his boss, the weather was still raining, Ricky couldn’t use an online motorcycle, there were many paper documents that were prone to wetness. 

Ricky asked the driver to drop him off at the curb, the meeting time was getting tight. Ricky just wants to run to the meeting location which he thinks will be more effective. But the driver refused Ricky’s request, he was afraid the application would be suspended if the trip didn’t match the application. Ricky gets mad because he will pay for his compensation, but the driver still refuses and asks Ricky to be patient and also the weather is still raining.

It took 3 hours of Ricky’s journey to the location of the meeting, Ricky who was still in his angry giving 1 star to the driver. Ricky ran to the meeting location, no one except his boss who was sitting alone. He looked disappointed, Ricky ventured to say hello even though he knew he would be scolded all out. It turned out that his client who was also stuck in traffic canceled today’s meeting. But still their preparations for today are useless. 

Ricky and his boss headed back to the office, Ricky drove his boss’s car, lately his boss did not entrust using the office driver. Understandably, the bitter experience was harmed by the driver who used office money for personal needs without permission and left a severe disappointment for the company. Ricky as a financial manager also lately is very strict in sorting company expenses, it would be easier to use online tracking that can quickly find out the traces of using company money whether it is used wisely, seeing how many are abusing the good of the company. The importance of proper financial tracking to avoid cheating workers who seek opportunities outside policy. 

FinTrack makes it easy for users to track their financial transactions with more clarity and transparency, with a blockchain system that has a high level of security from hackers. Controls your finances anywhere and anytime with FinTrack.


<Episode 2>

Posted on

The Importance of Tracking Your Finances -1-

Sudah pukul 4.45 dini hari, Ricky masih saja terjaga di depan laptopnya mengerjakan revisi ppt yang harus dipresentasikan ke client besok bagi, ia memperhatikan setiap detail-detail slidenya, ini adalah meeting yang sangat penting, bisa-bisa perusahaan tutup jika meeting ini kacau. Ricky yang memiliki beban sebagai yang bertanggung jawab untuk project ini. Butuh enam bulan untuk merencanakan meeting penting ini, besok adalah puncak dari kerja keras mereka selama ini. Bos Ricky juga terus menghubungi Ricky untuk detail presentasi mereka besok hari, semua sudah direncanakan matang-matang agar tidak terjadi kesalahan.

Matahari mulai muncul, masih ada beberapa slide yang harus diselesaikan, ia terlihat terburu-buru mengejar waktu, bos yang memintanya bertemu di kantor untuk mendiskusikan beberapa slide yang akan dipresentasikan nanti. Ricky yang tidak tidur semalaman bergegas bersiap, menggunakan jas dan berdandan rapi. Sambil memakan sisa sandwich semalam ia bergegas menuju basement parkir apartemennya.

Ia melihat mobilnya yang terendam air akibat hujan deras Jakarta semalam, waktunya sudah semakin mepet, Ricky memutuskan menggunakan Taxi online menuju kantor. Tepat sesampainya di kantor Ricky mendapat email dari bos nya yang meminta mereka bertemu di lokasi meeting di salah satu mall Jakarta. Dengan sedikit berlari Ricky menuju loby sambil memesan taxi online.

Sialnya banjir semalam membuat Jakarta macet total. Melebihi ekspektasi Ricky, mobil yang ditumpangi tidak bergerak sama sekali, bahkan ia masih dapat melihat kantornya dari kaca mobil. Sudah beberapa jam mobilnya hanya berjalan beberapa meter saja. Waktu meeting tersisa 1 jam lagi, sedangkan maps mengestimasi perjalanan 3 jam kedepan. Ricky terus-terusan mendapatkan telepon dari bosnya, cuaca yang masih hujan tidak memungkinkan Ricky menggunakan ojek, banyak dokumen-dokumen kertas yang rawan basah. 

Ricky meminta drivernya untuk menurunkannya di pinggir jalan saja, waktu meetingnya sudah semakin mepet. Ricky ingin berlari saja menuju lokasi meeting yang menurutnya akan lebih efektif. Namun driver menolak permintaan Ricky, ia takut aplikasinya tersuspend jika perjalanan tidak sesuai aplikasi. Ricky benar-benar emosi karena ia akan bayar ganti ruginya, namun driver tetap menolak dan meminta Ricky bersabar dan juga cuaca yang masih hujan.

Butuh 3 jam perjalanan Ricky menuju lokasi meetingnya, Ricky yang sedang emosi memberikan bintang 1 kepada driver tersebut. Ricky berlari menuju lokasi meeting, tidak ada siapapun kecuali bosnya yang sedang duduk sendirian. Ia terlihat kecewa, Ricky memberanikan diri menyapa meskipun ia tau ia akan habis-habisan dimarahi. Ternyata clientnya yang juga terjebak di macet membatalkan meeting hari ini. Tapi tetap saja persiapan mereka hari ini sia-sia begitu saja. 

Ricky bersama bosnya balik menuju kantor, Ricky menyetir mobil bosnya, belakangan ini bos nya tidak mempercayakan menggunakan supir kantor. Maklum saja pengalaman pahit dirugikan supir yang menggunakan uang kantor untuk keperluan pribadi tanpa izin dan meninggalkan kekecewaan berat untuk perusahaan. Ricky sebagai manager keuangan juga belakangan ini sangat ketat menyortir pengeluaran perusahaan, akan lebih mudah jika menggunakan tracking online yang bisa dengan cepat mengetahui jejak penggunaan uang-uang perusahaan apakah digunakan dengan bijak, melihat banyaknya yang menyalahgunakan kebaikan perusahaan.  Pentingnya tracking keuangan secara tepat untuk menghindari kecurangan pekerja yang mencari kesempatan di luar kebijakan. 

FinTrack memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melacak transaksi keuangan secara lebih jelas dan transparansi, dengan sistem blockchain yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi dari kecurangan pelaku hacker. Kendalikan keuangan ada dimana saja dan kapan saja. 


<Episode 2>

Posted on

Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Indonesia

Meningkatnya kecurangan dalam pengelolaan dana anggaran di pemerintahan desa maupun kota, pemerintahan Indonesia menerapkan transaksi keuangan digital untuk diterapkan di seluruh pemda Indonesia. Bentuk penerapan elektronifikasi transaksi ini dimaksudkan agar mencegah terjadinya kecurangan atau korupsi anggaran dana daerah, yang sering kali terjadi. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengadakan rapat koordinasi pada tanggal 13 februari 2020 dalam mendiskusikan percepatan dan perluasan transaksi digital ini keseluruh pemerintah daerah atau kota. 

Dengan penerapan transaksi digital transparansi pengelolaan dana anggaran pemerintah akan lebih mudah dideteksi, sehingga tidak adanya lagi istilah mengambil kesempatan dalam kesempitan. 

Transaksi digital ini akan menjadi catatan pengelolaan dana yang sudah digitalisasikan sehingga data akan lebih fleksibel dan mudah di akses. Namun penggunaan data digital memang memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya pembobolan server yang akan merugikan berbagai pihak jika server yang digunakan mudah untuk diretas. 

Dengan adanya peretasan ini, data akan semakin mudah untuk dihancurkan atau dirubah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, hal ini hanya akan menambah pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan berkali-kali saat peretasan terjadi. 

Teknologi blockchain adalah jawab keresahan peretasan data yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, dengan menerapkan teknologi blockchain data akan lebih aman karena sistem yang bersifat desentralisasi. Sistem yang bekerja secara desentral ini akan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi juga, setiap mitra yang terlibat memiliki ‘kunci’ pegangan masing-masing yang akan menjamin saling menjaga sistem satu sama lainnya. Kunci pegangan ini adalah akses pengubahan data yang harus disetujui semua pihak yang berkaitan, sehingga data yang bocor akan memiliki backup data dari pihak lainnya yang meminimalisir terjadinya kerugian. 

Salah satu teknologi berbasis blockchain yang mengatur keuangan adalah FinTrack, FinTrack merupakan sistem blockchain yang membantu transaksi keuangan menjadi lebih mudah dan lancar, setiap transaksi keuangan yang dapat dilacak secara real-time sehingga menjaga transparansi keuangan. Melihat saat ini banyaknya tindakan kecurangan yang dilakukan, FinTrack adalah jawaban sebagai bentuk efektif dalam pencegahan kecurangan dengan lebih hemat hanya menggunakan satu sistem. 

FinTrack juga membantu dalam mengatur keuangan pengguna agar menjadi lebih efisien dalam pengeluaran dan pemasukannya. Sistem FinTrack juga memudahkan transaksi otomatis yang biasa dilakukan secara reguler seperti gaji karyawan, atau pembayaran tagihan lainnya. FinTrack yang ikut mendukung Indonesia menuju Indonesia 4.0 dimana pengalihan sistem teknologi yang semakin berperan penting dalam kemajuan Indonesia. 

Teknologi blockchain yang siap membantu perkembangan teknologi Indonesia menuju 4.0 yang lebih praktis dan efektif dalam membanngun perekonomian Indonesia yang matang. Blockchain dengan tingkat security, traceability, dan transparency nya menjadi combo efektif dalam mengelola keuangan. Indonesia yang siap menghadapi masuknya dunia digital yang lebih aman dan nyaman dengan menggunakan sistem teknologi blockchain by FinTrack. Pelajari tentang FinTrack lebih lanjut, klik