Posted on

The Importance of Tracking Your Finances -2-

Siang itu setelah mengantarkan penumpangnya, pak Asep menuju ke supermarket untuk mengisi e-money sekaligus beristirahat setelah perjalanan panjang mengantar penumpang dengan macet dan banjirnya jalanan ibukota. Sambil menikmati segelas kopi hangat yang ia beli di supermarket, ia ingin melihat poin perjalanannya, sudah bekerja sedari pagi tadi sepertinya ia bisa pulang lebih cepat hari ini. Istrinya yang sudah mengomel memintanya membantu membersihkan rumah. 

Saat membuka aplikasi taxi online nya ia melihat poinnya berkurang, ternyata penumpang tadi memberikannya bintang 1, hancur sudah performanya hari ini.

“ya Tuhan, salah apa saya ini!! “ seru pak Asep dengan kecewanya setelah melihat riwayat performanya yang hancur dengan masalah kecil

“Mungkin ini karena aku tidak menuruti keinginannya untuk turun di tengah jalan tadi” gumam pak Asep. Padahal pak Asep hanya khawatir akan terkena suspend apabila menurunkan penumpangnya tidak pada tujuan. Sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa,  pak Asep hanya dapat menerima tanpa bisa komplain.  

Masih dengan keadaan kecewa, ia sepertinya harus bekerja hingga larut malam untuk mengembalikan performanya kembali. Bonus yang dikumpulkan untuk biaya sekolah anaknya selama ini.

 “Cklingg..” orderan baru masuk. 

Tidak ingin larut dalam kesedihan yang cukup lama, pak Asep kembali bekerja, tidak ada waktu mengeluh disaat seperti ini. Ia melaju menuju lokasi penjemputan penumpang. Penumpang dengan riasan wanita yang jelas sekali badannya lebih berotot dibanding pak Asep, perasaan yang mulai campur aduk. Penumpang mengetok kaca jendelanya, “Pak Asep ya?” tanya wanita dengan nada manjanya. 

Penumpang tersebut memilih duduk di sebelah pak Asep, rasa hati ingin turun dari mobil itulah yang pak Asep rasakan. Namun apa daya, ini adalah kesempatan pak Asep untuk menaikkan performanya. 

Pak Asep yang biasanya banyak bicara dengan penumpang kali ini lebih memilih diam seribu bahasa. Hanya memutar radio untuk mengisi keheningan mobil yang sunyi. 

“Ini tujuannya sudah benar kan ya? mba.. mas.. kak..” tanya pak Asep 

“Iya bener kok pak, ke Hotel Melati” jawabnya dengan nada manja

Suasana kembali hening, namun pak Asep dapat merasakan sebuah lirikan, yang jelas sekali penumpangnya melihat ia beberapa lama.

Pak Asep mulai merinding ketakutan, beberapa kali ia memang pernah mendapatkan penumpang seperti ini namun tidak duduk di dekatnya. 

Karena banjir membuat jalanan Jakarta semakin macet, seperti bertahun-tahun rasanya di dalam mobil ini, sudah merinding pak Asep terus dilihat oleh penumpang tersebut. 

“teettttt” bunyi klakson pak Asep yang tidak sengaja memencetnya setelah penumpang tersebut menyentuh paha pak Asep. Beberapa motor depan pak Asep mulai melirik mobilnya dengan pandangan kesal. 

pak Asep sudah tidak tahan lagi, ia memaksa menurunkan penumpangnya tersebut. Pak Asep mampir ke supermarket untuk memaksa turun penumpang tersebut. 

Sudahlah biarkan saja aku bekerja keras hingga larut malam, tapi tidak kuat dengan kelakuan penumpangnya ini. 

Alhasil performa pak Asep kembali menurun, mau bagaimana ia tidak nyaman dengan kontak fisik yang dilakukannya. Ia hanya bisa menerima pasrah bintang 1 yang diberikan penumpangnya tadi. 

Pak Asep menelpon istrinya meminta maaf karena ia akan lembur lagi hari ini. Bonus dari performanya ini sangat menguntungkan untuk pak Asep. Beban harus membayar cicilan sewaan mobil saja sudah berat belum lagi anaknya yang sedang menempuh pendidikan perkuliahan. Uang yang dihasilkan hanya dari menarik penumpang masih belum cukup tanpa bonus-bonus ini. 

Bekerja dari pagi buta hingga tengah malam untuk mengumpulkan uang demi melangsungkan hidup di Jakarta yang keras, membuatnya harus giat bekerja pagi-malam. Bahkan untuk makan pun pak Asep hanya menyempatkan diri dengan makan di mobil dengan bekal yang sudah disiapkan istrinya sejak subuh. Demi bekerja untuk anak dan istrinya terkadang ia juga mengabaikan kesehatannya, ia tidak ingin melewatkan seharipun untuk mencari nafkah. 

Selama ini pak Asep bekerja dengan keras tanpa mengenal waktu. Hingga akhirnya di suatu pagi pak Asep merasakan sakit kepala yang cukup mengganggu dan ia tidak menghiraukannya. Ketika dalam perjalanan ke supermarket tempat biasa ia menunggu orderan tiba-tiba

“Braaak !!” mobil pak Asep menabrak trotoar, dan tangannya terbentur dengan sangat keras. Itu semua karena ia mencoba menghindari motor ugal-ugalan yang mencoba menyalip mobilnya. 

pak Asep tidak sadarkan diri dan ia dilarikan ke rumah sakit oleh pengendara lainnya. Istrinya mendengar kabar ini sangat terkejut dan bergegas menuju ke rumah sakit tempat pak Asep dirawat. Tangan dan kepala pak Asep terluka parah, sehingga harus dirawat beberapa hari. 

Saat akan mengurus biaya rumah sakit, tagihan yang diberikan rumah sakit cukup besar.  Mirisnya sebagai pengemudi taksi online, pak Asep tidak mendapatkan jaminan ketenagakerjaan dan sosial. Bahkan untuk asuransi kecelakaan hanya didapatkan ketika sedang membawa penumpang saja, sedangkan ketika berkendara sendiri sama sekali tidak ada asuransi apapun. Hal ini menjadikan pak Asep harus menggunakan biaya sendiri untuk membayar asuransinya. 

Istri pak Asep mengeluhkan kejadian ini, dengan penghasilan yang pas-pasan bagaimana dapat mengatur keuangan ditambah harus mendaftar asuransi. Pasien di sebelah yang mendengar keluh istri pak Asep memberikan saran untuk mengambil asuransi dan juga menggunakan aplikasi pengelola keuangan.

“Aplikasi apa itu pak? Memangnya jadi lebih mudah ya?” tanya istri pak Asep. 

“iya bu, saya dulu dikasih tahu tetangga saya, orang kayak kita yang sulit mengelola keuangan pakai aplikasi ini jadi lebih mudah” Jawab pasien tersebut.

“Dulunya saya takut pakai asuransi karena kemahalan, tapi aplikasi ini bantu saya jadi lebih mudah mengatur pembagian keuangan saya” Tambah pasien tersebut

“ Kalau boleh tau aplikasi apa itu?” tanya istri pak Asep penasaran. 

“aplikasinya bernama YONK” jawab pasien itu.

Sejak saat itu istri pak Asep mendaftarkan asuransi dan menggunakan YONK sebagai pengatur keuangannya. YONK dengan teknologi blockchain yang dimilikinya memberikan kemudahan transaksi dan traceability sehingga memberikan keamanan bagi penggunanya serta transparansi catatan pengeluaran yang memudahkan pengguna dalam mengatur keuangannya. Dengan menggunakan YONK kini istri pak Asep tidak perlu ribet lagi memikirkan manajemen keuangannya yang harus ditambah dengan pengeluaran biaya asuransi. Penting bagi pak Asep memiliki jaminan kesehatan yang mana pekerjaannya ini cukup membahayakan dirinya jika tidak berhati-hati YONK solusi bagi keuangan anda agar lebih bijaksana dalam pengeluaran, klik link berikut untuk informasi selengkapnya https://yonk.io/ 

 

Episode 1 <——> Episode 3